Headlines News :

Seksi Rohani Sanggar Indah Banjaran

.

Latest Post

Tampilkan postingan dengan label tausiyah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tausiyah. Tampilkan semua postingan

Hukum Wanita Mengenakan Parfum

Written By Forum Warga 08/11 Sanggar Indah Banjaran on Minggu, 13 Mei 2012 | 17.18




Hukum Wanita Mengenakan Parfum

Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdillah bin Baz rahimahullah ditanya oleh seorang wanita:

Bolehkah aku shalat dalam keadaan memakai parfum? Jazakumullah khoiron.

Jawaban Syaikh rahimahullah:

Na’am. Shalat dalam keadaan memakai parfum itu dibolehkan, bahkan dibolehkan bagi laki-laki dan perempuan yang beriman. Akan tetapi wanita hanya boleh menggunakan parfum ketika berada di rumah di sisi suaminya. Dan tidak boleh seorang wanita menggunakan parfum ketika ia keluar ke pasar atau ke masjid. Adapun bagi laki-laki, ia dibolehkan untuk mengenakan parfum ketika berada di rumah, ketika ke pasar, atau ke masjid. Bahkan mengenakan parfum bagi pria termasuk sunnah para Rasul.

Apabila seorang wanita shalat di rumahnya dalam keadaan memakai berbagai wangian …. , maka itu baik. Seperti itu tidaklah mengapa bahkan dianjurkan mengenakannya. Akan tetapi, ketika wanita tersebut keluar rumah, maka ia tidak boleh keluar dalam keadaan mengenakan parfum yang orang-orang dapat mencium baunya. Janganlah seorang wanita keluar ke pasar atau ke masjid dalam keadaan mengenakan parfum semacam itu. Hal ini dikarenakan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah melarangnya.

[Fatawa Nur ‘alad Darb, 7/291, cetakan Ar Riasah Al ‘Ammah lil Buhuts Al ‘Ilmiyyah wal Ifta’, Riyadh-KSA, cetakan pertama, thn 1429 H]

***

Yang dimaksudkan hadits larangan tersebut adalah sebagai berikut:

Dari Abu Musa Al Asy’ary bahwanya ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أَيُّمَا امْرَأَةٍ اسْتَعْطَرَتْ فَمَرَّتْ عَلَى قَوْمٍ لِيَجِدُوا مِنْ رِيحِهَا فَهِيَ زَانِيَةٌ

“Seorang perempuan yang mengenakan wewangian lalu melalui sekumpulan laki-laki agar mereka mencium bau harum yang dia pakai maka perempuan tersebut adalah seorang pelacur.” (HR. An Nasa’i, Abu Daud, Tirmidzi dan Ahmad. Syaikh Al Albani dalam Shohihul Jami’ no. 323 mengatakan bahwa hadits ini shohih)

Dari Yahya bin Ja’dah, “Di masa pemerintahan Umar bin Khatab ada seorang perempuan yang keluar rumah dengan memakai wewangian. Di tengah jalan, Umar mencium bau harum dari perempuan tersebut maka Umar pun memukulinya dengan tongkat. Setelah itu beliau berkata,

تخرجن متطيبات فيجد الرجال ريحكن وإنما قلوب الرجال عند أنوفهم اخرجن تفلات

“Kalian, para perempuan keluar rumah dengan memakai wewangian sehingga para laki-laki mencium bau harum kalian?! Sesungguhnya hati laki-laki itu ditentukan oleh bau yang dicium oleh hidungnya. Keluarlah kalian dari rumah dengan tidak memakai wewangian”. (HR. Abdurrazaq dalam al Mushannaf no 8107)

Dari Ibrahim, Umar (bin Khatab) memeriksa shaf shalat jamaah perempuan lalu beliau mencium bau harum dari kepala seorang perempuan. Beliau lantas berkata,

لو أعلم أيتكن هي لفعلت ولفعلت لتطيب إحداكن لزوجها فإذا خرجت لبست أطمار وليدتها

“Seandainya aku tahu siapa di antara kalian yang memakai wewangian niscaya aku akan melakukan tindakan demikian dan demikian. Hendaklah kalian memakai wewangian untuk suaminya. Jika keluar rumah hendaknya memakai kain jelek yang biasa dipakai oleh budak perempuan”. Ibrahim mengatakan, “Aku mendapatkan kabar bahwa perempuan yang memakai wewangian itu sampai ngompol karena takut (dengan Umar)”. (HR. Abdur Razaq no 8118)

Semoga bermanfaat. Wallahu waliyyut taufiq.

Riyadh-KSA, 7th Safar 1432 H, 11/01/2011

Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal


RIDWAN PRIA KURNIA S.,ST

GAS..REM..GAS..REM

Written By Forum Warga 08/11 Sanggar Indah Banjaran on Senin, 30 April 2012 | 01.35



Assalamua'laikum warahmatullahi wabarakatuh

Izinkan saya berbagi hikmah kehidupan yang kita semua jalani.
Kalau kita lihat seorang pengendara membawa kendaraannya tak terlepas dari kemudi,pedal gas,dan pedal rem.
Begitu pula diri kita dalam menempuh perjalanan hidup,sebenarnya tak jauh beda dengan hal tsb.namun faktor yang paling penting dari ketiganya dilihat dari tujuan berkendaraan yaitu pergerakan menuju tujuan yang hendak dicapai adalah pedal gas,dan pedal rem.
Kenapa?
Karena tekanan gas diperlukan untuk majunya kendaraan.
Dan tekanan rem diperlukan untuk berhenti.
Dalam membawa diri kita juga,kedua faktor tersebut sangatlah dibutuhkan.
Kita butuh maju disaat kita mengharap didalam kebaikan sebagaimana yang diperintahkan oleh DZAT ALLAH SWT yang disifati dalam asma MAHA PEMURAH,MAHA PENGASIH,MAHA PENYAYANG.
Dan kita butuh berhenti sebagai indikasi pengerem ketika kita dihadapkan kepada perkara maksiat,karena memandang DZAT ALLAH SWT Yang mensifati asma YANG MERAJAI,YANG BERKUASA,YANG MENGHUKUM,YANG GAGAH.
Dengan dua aksi,yaitu maju dan berhenti tentunya akan sampai pada tujuan yang menjadi pencapaian.
Kalau kita menggunakan gas saja tanpa rem tentunya akan terjadi tabrakan/kecelakaan,dan kalau kita menggunakan rem saja,itupun takan dapat mengantar kita sampai tujuan,karena kapan majunya kalau rem kita injak terus.disini perlu keselarasan akan penggunaan keduanya,sehingga akhirnya sampailah kita pada tujuan.
insya ALLAH

"{Shalatlah dalam hidup}"
"{hiduplah dalam shalat}"


RIDWAN PRIA KURNIA S.,ST

Doa Untuk Ketenangan

Written By Forum Warga 08/11 Sanggar Indah Banjaran on Minggu, 15 April 2012 | 03.08



Doa Untuk Ketenangan


DOA AGAR DIHILANGKAN DARI KEGELISAHAN, KEGUNDAHAN, KETAKUTAN DAN DIMUDAHKAN DARI KESULITAN

Ada beberapa do’a yang dianjurkan Rasulullah SAW, para sahabat dan para ulama. Berikut ini do’a-do’a yang bisa kita amalkan sehari-hari, dengan penuh kekhusyuan, kontinyu, istiqomah, dan penuh keyakinan.
Tentunya dengan membersihkan hati kita, menghidari dari sifat dosa dan menjalankan semua perintah Allah.
Do’a ini bisa kita amalkan agar dihilangkan dari kegelisahan, kegundahan, ketakutan, kemalasan, kelemahan, kebakhilan, beban hutang, dimudahkan dari kesulitan, dan agar pikiran tenang.

1. “ALLOHUMMA INNI A’UDZUBIKA MINAL HAMMI WAL HUZNI, WAL AJZI, WAL KASALI, WAL BUKHLI, WAL JUBNI, WA DHOLAID DAINI, WA GHOLABATIR RIJALI”.

“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari rasa sedih dan duka cita/kecemasan, dari rasa lemah dan kemalasan, dari kebakhilan dan sifat pengecut, dan beban hutang dan tekanan orang-orang (jahat)”.

2. “LA ILAHA ILLA ANTA SUBHANAKA INNI KUNTU MINADH DHOLIMIN”.

“Tidak ada ilah selain Allah, Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang zalim”.

3. “YA MUQOLLIBAL QULUB TSABBIT QOLBI ‘ALAD DINIKA WA ‘ALA THO’ATIKA”.

“Wahai dzat yang membolak-balikkan hati, tetapkanlah hatiku atas agama-Mu dan atas ketaatan kepada-Mu”.

4. MEMBACA SURAH AL-INSYIROH (ALAM NASYROH), (Q.S. 94 : 1-8).

“Alam nasyroh laka shodrok”,
“Wa wadho’na ‘anka wizrok”,
“Alladzi anqodlo dhohrok”,
“Wa rofa’na laka dzikrok”,
“Fainna ma’al ‘usri yusro”,
“Inna ma’al ‘usri yusro”,
“Faidza faroghta fanshob”,
“Wa ila robbika farghob”.
“Bukankah Kami telah melapangkan untukmu dadamu?”,
“dan Kami telah menghilangkan daripadamu bebanmu”,
“yang memberatkan punggungmu”,
“dan Kami tinggikan bagimu sebutan (nama) mu”,
“Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan”,
“Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan”,
“Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain”,
“dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap”.
Mudah2 Allah SWT memberikan jalan, kemudahan, dan menghilangkan segala macam permasalahan hidup kita. Amien…

Menggugurkan dosa-dosa

Written By Forum Warga 08/11 Sanggar Indah Banjaran on Rabu, 11 April 2012 | 23.27



Menggugurkan dosa-dosa bagaikan gugurnya dedaunan dari ranting pohon

Abu Dzar rodhiyallahu'anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah keluar dari rumahnya ketika musim dingin, waktu itu daun-daun berguguran. Rasulullah mengambil ranting dari sebatang pohon, sehingga daun-daun di ranting itupun banyak berguguran. Kemudian Rasulullah bersabda :

Wahai Abu Dzar! Saya menyahut : Labbaik ya Rasulullah.

Lalu beliau bersabda, Sesungguhnya seorang hamba yang muslim, jika menunaikan shalat dengan ikhlas karena Allah, maka dosa-dosanya akan berguruan seperti gugurnya daun-daun ini dari pohonnya.

(HR. Ahmad)


RIDWAN PRIA KURNIA S.,ST

Informasi Dari Seksi Rohani

Assalamu'alaikum Wr. Wb. kami Ucapkan terimkasih kepada seluruh warga Rt. 08 Rw. 11 sehingga terlaksananya acara Pengajian bulanan pada tgl 3 Juni 2012, semoga kita mendapat pahala yang berlipat dan ilmu yang manfaat amin.
 
Support : Creating Website | Abu Luthfi | Sanggar Indah Banjaran
Copyright © 2011. Forwards - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Abu Luthfi
Proudly powered by Blogger